Mengenal Perbedaan Racun Kontak, Sistemik, dan Lambung

Print
Dalam tiap produk pestisida, biasanya kita akan menemukan deskripsi penggunaan, mulai bahan aktif, sasaran Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga cara kerja pestisida itu sendiri. Hal tersebut tentu bertujuan agar penggunaan dari pestisida tepat pada sasarannya.

Meski begitu, sampai saat ini masih banyak dari kita yang masih kurang memahami kegunaan atau cara memilih pestisida yang tepat untuk OPT di lapangan. Salah satu hal yang rasanya cukup penting untuk dipahami adalah perbedaan cara kerja dalam formulasi pestisida itu sendiri.

Kira-kira apa sih sebenarnya perbedaan atau maksud dari cara kerja pada kandungan racun dalam pestisida?
Racun kontak, jenis pestisida ini akan membunuh OPT ketika langsung mengenai tubuh sasaran. Sesuai dengan namanya, jika OPT sasaran terkena kontak langsung dengan pestisida jenis ini maka ia dapat langsung bereaksi. Pestisida tersebut pun masuk ke tubuh OPT melalui kulit, mulut, atau trakea.

Racun lambung, memiliki cara kerja yang tak langsung mengendalikan OPT, pestisida dengan racun lambung dapat berfungsi ketika sasaran memakan bagian tanaman yang telah terkontaminasi racun setelah disemprot. Bagian tanaman yang dimakan itu kemudian akan sampai di lambung sasaran dan bereaksi di sana.

Racun sistemik, memiliki cara kerja yang luar biasa. Pasalnya racun sistemik ini juga dapat bekerja secara kontak, lambung, dan dapat mengendalikan OPT yang menyerang di dalam jaringan tanaman.

Itu dia perberdaan dari 3 cara kerja racun yang biasanya terkandung dalam pestisida yang perlu dipahami agar penggunaannya tepat pada sasaran.

Baca Juga

Artikel menarik kami lainnya.